WIB
Follow Us: Facebook twitter

Ada Taman Bidadari Di Gunung Kunyit Gunung Raya Kerinci

Sabtu, 26 April 2014 // ,
Kerinciilok.com, Kerinci - Mungkin banyak yang tidak tahu dengan Bukit Belerang atau Gunung Kunyit di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Padahal jika diberdayakan Bukit Belerang atau Gunung Kunyit tersebut berpotensi sebagai objek wisata. 

BUKIT Belerang di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci merupakan gunung berapi kedua di Kabupaten Kerinci setelah Gunung Kerinci. Bukit Belerang atau Gunung Kunyit ini adalah salah satu destinasi baru bagi dunia Pariwisata Kerinci yang potensial untuk dikembangkan menjadi wahana wisata petualangan.
 
 
Gunung Kunyit yang berlokasi di Desa Talang Kemuning, Kecamatan Gunung Raya tersebut sebenarnya merupakan kelompok pegunungan yang terdiri atas bukit-bukit belerang. Perbukitan tersebut dianggap masyarakat setempat tidak sebatas bukit atau gunung yang unik dan indah.
 
Karena perbukitan tersebut adalah gunung berapi, meski terbilang sudah tidak aktif dan tidak berpotensi meletus. Menurut legenda dan mitos masyarakat setempat memiliki profil yang menarik, karena gunung itu sejak dulu hingga kini sering dijadikan tempat bertapa bagi para penuntut ilmu supranatural.
 
 
Perbukitan itu oleh masyarakat setempat dikenal dengan Gunung Kunyit karena warna belerang yang kuning seperti kunyit ditambah aroma bau belerangnya yang menyengat juga seperti kunyit.
 
“Menurut mitos masyarakat setempat, kondisi tersebut berhubungan dengan anggapan tempat itu adalah tempat memasak ilmu kebatinan,” ujar Sopa, aktivis pencinta alam Kerinci.

Uniknya, di atas salah satu puncak bukit tersebut ditemukan keberadaan sebuah taman alam yang unik. Taman tersebut tertata dengan sendirinya dari pohon-pohon dan tanaman pegunungan di situ.

Di tengah-tengah taman tersebut terdapat sebongkah batu besar menyerupai altar yang oleh masyarakat disebut mahligai yang menjadi tempat bertapa.

“Taman itulah yang disebut masyarakat sebagai taman bidadari di gunung. Selama ini taman itu menjadi daya tarik wisatawan atau petualang yang membuat mereka tertarik mendaki pegunungan meski jalurnya terbilang berat,” ujarnya.

Kisah mistik gunung itu bertambah ketika pada 2009 sebuah helikopter milik ilmuwan Eropa yang ingin meneliti keberadaan dan potensi tersangkut sampai enam jam di salah satu puncaknya yakni Puncak Nenek Muning. Heli tersebut tidak bisa lepas landas.

“Anehnya lagi di atas perbukitan yang umumnya adalah bebatuan belerang yang gersang berwarna kuning dan mengeluarkan asap itu tumbuh liar tanaman hutan. Salak-salak liar itu buahnya sangat manis melebihi manisnya gula,” pungkasnya. (*)

Penulis : DIPAR KUSMI, Jambi Ekspres
Sumber : Jambiupdate.com

Kebun Teh Kayu Aro Tertua Dan Terluas Di Dunia

Minggu, 30 Maret 2014 // ,
Perkebunan Teh Kayu Aro - Kerinci, Jambi
Kerinciilok.com-KERINCI, Lagi-lagi bukti baru menunjukkan bahwa kebun teh Kayu Aro yang terletak di bawah kaki Gunung Kerinci ini merupakan kebun teh tertua di Indonesia sekaligus perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia. 
 Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi ini memiliki 11 Kecamatan dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh ini memiliki luas 4.200 km2. Di mana berada di daerah dataran tinggi yang indah, tepatnya di Kecamatan Kayu Aro. Kawasan ini kaya sekali akan panorama yang sangat menakjubkan,di sini juga terdapat Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Tak hanya menjadi gerbang untuk pendaki, salah satu daya tariknya yang terkenal sejak jaman dahulu adalah Kebun Teh Kayu Aro.

Perkebunan Teh Kayoe Aro dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Selain dikenal sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia, perkebunan seluas 3.020 hektar merupakan perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia.

Selain itu, dengan ketinggian 1.400-1.600 meter dpl Kebun Teh Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl).
Pengawasan kualitas yang tinggi, mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga pengemasan hingga pengiriman, teh produksi PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) ini menyandang nama harum sebagai teh dengan kualitas terbaik di dunia.
Aromanya yang khas serta kualitas prima, sebagian besar teh produksi PTPN VI ini diekspor ke manca negara, salah satunya Negara Belanda. Menurut sejarah, sejak turun menurun Ratu Belanda (Ratu Beatrix) sangat menyukai Teh Kayu Aro ini.

Pada tahun 1998 perkebunan dan pengolahan teh Kayu Aro telah dikembangkan sebagai tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara yang merupakan satu kawasan dari jajaran TNKS.

Dibangun di Zaman Kolonial Belanda

Mungkin tidak banyak orang kenal teh Kayu Aro yang ditanam di dataran tinggi lereng Gunung Kerinci, Jambi. Padahal, Kayu Aro merupakan teh terbaik Indonesia. Bahkan, di zaman kolonial, teh Kayu Aro menjadi minuman Ratu Inggris dan Ratu Belanda.
Dari Kayu Aro, minuman yang dihasilkan adalah teh ortodox atau teh hitam. Dulu, teh hitam ini berasal dari teh Assam, India. Kelebihan teh hitam ortodox ada pada rasa dan aroma. Keduanya begitu khas. Bahkan, keunggulan ini membuat produsen teh kemasan menjadikan teh Kayu Aro untuk bahan campuran utama untuk memperoleh cita rasa yang diinginkan.

Luas perkebunan teh Kayu Aro di lereng Gunung Kerinci mencapai 3.020 hektare. Itu merupakan salah satu hamparan perkebunan teh terluas di dunia. Kebun ini terletak di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl), hingga 1.600 mdpl. Kebun ini salah satu perkebunan teh tua di Indonesia, yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.

Awalnya kawasan ini hanya  hutan biasa. Perusahaan Belanda Namlodee Venotchaat Handle Verininging Amsterdam kemudian menyulapnya menjadi perkebunan teh pada 1925 hingga 1928. Pembukaan hutan Kerinci sebagai kebun penanaman teh dilakukan dengan mempekerjakan ratusan kuli kontrak asal Jawa. Proses penanaman teh dimulai pada 1929, sedangkan pabrik teh berdiri tahun 1932.
Dari tangan kolonial, pengelolaan perkebunan teh Kayu Aro beralih ke PT Perkebunan Nusantara VI. Hingga kini kebun teh serta pabrik tua peninggalan Belanda masih beroperasi.
Untuk menikmati hamparan kebun teh, masyarakat umum dapat langsung datang dan berwisata. Sedangkan bagi pengunjung yang berniat melihat proses pengolahan teh di pabrik Kayu Aro, mereka membutuhkan izin khusus dari perusahaan Nusantara. Soalnya, demi menjaga agar aroma teh tidak tercemar, tidak sembarang orang diizinkan masuk pabrik. Pekerja pabrik juga dilarang menggunakan kosmetik.

Di pabrik, daun segar yang baru dipetik akan melewati proses pelayuan di dalam bak-bak, yang di bawahnya dialiri udara panas. Setelah layu, dengan lori gantung, daun-daun itu diangkut ke tempat penggilingan. Lalu digiling dengan mesin.
Proses selanjutnya adalah fermentasi. Hasil gilingan diangin-anginkan di ruangan yang bersuhu dingin. Terakhir dikeringkan, istilahnya masuk ke penggorengan. Dengan mesin, bubuk teh akan dipisah berdasarkan mutu. Rata-rata setiap tahun kebun teh ini memproduksi 5.500 ton teh hitam. Sebagian diekspor ke Eropa, Rusia, Timur Tengah, Amerika Serikat, Asia Tengah, Pakistan, dan Asia Tenggara.

Tahap akhir dari proses ini adalah uji teh di ruang pengujian, yang dilakukan setiap hari. Tes itu dimulai dari dari pengujian penampakan partikel, uji rasa, aroma, warna air seduhan dan penampakan ampas seduhan. Menurut petugas tes teh, Jumiati, pengujian dilakukan sejak teh kering dari penggorengan. Tujuannya untuk mendeteksi jika ada perubahan mutu. Teh diuji sekali lagi sebelum dikemas.

Jumiati yang sudah belasan tahun menjadi tester teh, mengambil teko dan cangkir teh dan menyiramnya dengan air panas. Beberapa sendok teh grade satu, teh paling unggul, dimasukkan ke dalam teko. Butirannya tidak terlalu halus dan berwarna hitam. Lalu daun teh itu disiram air mendidih, ditutup selama tiga menit.
Setelah itu, Jumiati menuangkan cairan teh kemerahan ke cangkir porselin putih. Untuk pengujian, ia mencium aroma teh yang mengepul, dan mencecap airnya. Bila ada aroma yang aneh dan tidak sesuai standar, teh yang sudah jadi itu tidak jadi dijual. Mereka akan mencari penyebab keanehan.

Dari ruangan pengujian ini, terungkap rahasia cara  menyeduh teh yang benar. "Jangan kelamaan menyeduhnya, nanti pahit, dan harus selalu dengan air mendidih," kata Jumiati.
Secangkir teh Kayu Aro yang berwarna kemerahan itu rasanya benar-benar beda dengan teh lain. Aroma dari uap air teh yang mengepul pun amat khas. Sayangnya, susah sekali mendapatkan teh kualitas grade satu di sini, sebab hanya dijual ke luar negeri. 


Sumber : harianjambi.com

Nikmati Suasana Sore di Danau Kerinci

Minggu, 16 Februari 2014 //
Kerinciilok.com, KERINCI, Lokasi Danau Kerinci yang sangat strategis ini memang sangat ramai di kunjungi oleh wisatawan local dan wisatawan asing. Apalagi bagi para pengunjung yang memang belum pernah menginjakkan kakinya di Kerinci ini sudah tentu sangat terpukau dengan suasana hijaunya persawahan yang masih sangat asri dan disepanjang jalan sigukkan dengan pemandangan yang indah dan segarnya udara.

Saat sore menjelang banyak pengunjung berdatangan yang sengaja untuk menikmati salah satu wisata yang sangat terkenal di kabupaten Kerinci ini yaitu danau kerinci. Walaupun jumlah pengunjung tak sebanyak saat ada acara pesta danau namun banyakwarga yang sengaja datang untuk memanfaatkan waktu sorenya di pinggir danau.

Rudi salah satu pengunjung mengatakan “Saat saya datang ke Kerinci memang malam hari tidak tau di mana dan betapa indahnya danau kerinci tapi setelah saya jalan-jalan waktu sore hari memang sangat terpukau karena danau yang terkenal ini memang indah apalagi saat sore menjelang menunggu matahari terbenam.” ujarnya

Banyak pemuda disekitaran danau menikmati sore hari di pinggir danau bukan hanya untuk foto-foto atau sekedar nongkrong dan melempari batu-baru ke danau tetapi ada juga sebagian para kaula muda menikmatinya dengan berolahraga seperti joging dan skipping.

“karena saya sebagai pengunjung bagi saya lokasi danau memang bagus tapi tempat untuk acara pesta danaunya kurang dirawat bahkan banyak sampah dipinggir danau rasanya sayang sekali kalau lokasi yang seindah ini tidak dijaga dan dirawat” lanjutnya mengakhiri wawancara.

sumber: jambi ekspres    

Danau Gunung Tujuh Kerinci Destinasi Objek Wisata Nasional

Minggu, 02 Februari 2014 //

Kerinciilok.com- Kerinci- Danau Gunung Tujuh adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang
Danau Gunung Tujuh
Kerinciilok.com- Kerinci- Danau Gunung Tujuh adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang 4,5 km, serta lebar 3 km. Ketinggian danau tersebut sekira 1,950 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Karena letaknya di atas gunung, menjadikan suasana danau masih asri dan alami. Udara segar, panorama hijau, dan air danau yang jernih menyuguhkan keindahan yang mampu membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati pemandangannya. Selain sebagai tempat melepas penat dan bersantai, danau ini juga digunakan sebagai sumber mata pencaharian nelayan setempat. 
Kerinciilok.com- Kerinci- Danau Gunung Tujuh adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang
Panorama Pemandangan Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh dan di danau tersebur dikelilingi oleh tujuh gunung hingga kini antara lain
  1. Gunung Hulu Sangir
  2. Gunung Tujuh
  3. Gunung Madura Besi
  4. Gunung Lumut
  5. Gunung Selasih
  6. Gunung Jar Panggang
  7. Gunung Hulu Tebo
Danau Gunung Tujuh ini salah satu destinasi objek wisata nasional.

Objek Wisata Air Panas Semurup

Kamis, 30 Januari 2014 //
Air Panas Semurup
Air Panas Semurup
Kerinciilok.com, Semurup, Objek wisata Air panas Semurup ini terletak di Desa Air Panas Baru Kecamatan Air Hangat,berjarak kira-kira 11 Km dari Kota Sungai Penuh,ibukota kab Kerinci. Air Panas yang keluar dari perut bumi merupakan hasil kegiatan vulkanik, dengan luas permukaan ± 15 m2 membentuk sebuah kolam kecil yang selalu mengepulkan asap.
Jika wisatawan berkunjung ke obyek wisata air panas Semurup ini,wisatawan dapat melakukan beberapa kegiatan diantaranya, merebus telor atau pisang dengan air panas yang mendidih dengan cara memasukkan telur atau pisang tersebut kedalam jaring dan di celupkan ke dalam air yang mendidih tersebut tetapi harus hati-hati jangan sampai kecebur,bisa fatal akibatnya. Disamping itu, ada juga fasilitas kamar mandi yang di gunakan untuk berendam,guna penyembuhan beberapa penyakit,seperti penyakit kulit dan remautik ( Health Tourism ). Tidak jauh dari obyek utama terdapat pula sumber air panas yang unik yang juga ramai dikunjungi oleh wisatawan
Nah berkunjunglah ke Air Panas Semurup.

Panorama Gunung Kerinci

Kerinciilok.com, Gunung Kerinci adalah gunung kedua tertinggi di Indonesia setelah Puncak  Jaya Wijaya. Banyak cerita yang cukup menarik di sekitar taman Nasional Kerinci Seblat. Selain itu juga gunung ini pemandangannya yang sangat indah, dimana kita dapat melihat Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.

Gunung Kerinci terletak di Kecamatan Kayuaro Kabupaten Kerinci, Jambi, merupakan gunung tertinggi di Sumatra dengan kawah tipe strato yang masih aktif dan memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air berwarna hijau.

Danau Gunung Tujuh

Kerinciilok.com, Danau Gunung Tujuh merupakan Danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi. tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci.

 Gunung Tujuh masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Bagi pendaki gunung, Kerinci mungkin menjadi tujuan utama karena gunung tersebut merupakan gunung aktif tertinggi di Indonesia [3805 mdpl], namun bagi wisatawan yang ingin sekedar menikmati keindahan alam Kabupaten Kerinci, Danau Gunung Tujuh bisa menjadi pertimbangan sebagai tujuan wisata. selain memiliki panorama alam yang menakjubkan, jalur yang dilalui juga jauh lebih mudah daripada Gunung Kerinci.

 Danau Gunung Tujuh juga merupakan Danau tertinggi di Asia Tenggara, Danau ini berada di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian hampir 2 kilometer dpl itu bisa dibayangkan betapa dinginnya air Danau Gunung Tujuh di pagi hari. Meskipun begitu, berendam di Danau Gunung Tujuh dengan air yang sangat dingin menjadi tantangan sendiri bagi para pendaki 

Kondisi alamnya yang masih perawan dan asri menjadikan Danau Gunung Tujuh sebagai objek wisata paling favorit di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya. Sementara, letaknya yang berada pada ketinggian 1.996 meter dpi menjadikan danau ini seba gai danau tertinggi di Asia Tenggara.
Bagi para pendaki, melakukan pendakian ke Gunung Kerinci dengan puncaknya di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (dpi) memang melelahkan, tapi sekaligus juga menjadi tantangan. Meski terlihat begitu dekat dari salah satu punggung Gunung Tujuh, jalan menuju puncak Gunung Kerinci lumayan berliku. Kemiringan j alur pendakian berupa j alan setapak yang menanjak yang mencapai 50-60 derajat sangat menguras stamina.


Namun, rasa lelah itu seakan lenyap ketika tiba di lokasi tujuan wisata yang ada di kawasan Gunung Tujuh, yakni sebuah danau yang disebut Danau Gunung Tujuh. Selain alamnya yang asri, panorama di danau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini demikian indah.  

Panorama Danau Kerinci

Danau Kerinci 
Kerinciilok.com, Kerinci- Danau Kerinci merupakan sebuah danau yang terletak di provinsi Jambi, Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Kerinci. Danau ini memiliki luas wilayah 5000 m persegi dengan memiliki ketinggian 783 m.
Danau yang terletak di kaki Gunung Raja ini merupakan danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Luasnya adalah 4.200 hektar. Danau ini terletak sekitar 16 kilometer di Selatan Kota Sungai Penuh. Danau ini berada di dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Keliling Danau dan Kecamatan Danau Kerinci
Danau Kerinci memiliki luas 4.200 ha dengan kedalar 110 m dan terletak pada ketinggian 783 m dpi. Danau menyimpan banyak jenis ikan. 
Ikan semah merupakan je yang paling digemari dan juga merupakan ikan enden Selain panorama alam yang indah, interaksi masyara sekitar dengan danau juga menyajikan kesan tersendiri t pengunjung, seperti para nelayan yang mencari ikan den; menggunakan peralatan tradisional seperti pancing, tangg jaring, jala serta lukah.


Jika beruntung, saat nelayan menda pengunjung dapat membeli ikan segar dibawah harga pa Danau Kerinci terletak pada dua Kecamatan y; Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Dar Terdapat beberapa lokasi yang menarik pada beberapa yaitu Pesanggarahan dan Tanjung Hatta, Tanjung Pel Taman Husein serta Pantai Indah.

Copyright © 2013 All rights reserved - Designed by Kadral hadi Kembali Ke Atas