Warga Tuntun Layanan Kesehatan dan Pendidikan
kerinciilok.com - Kamis, 05 Desember 2013
![]() |
Ilustrasi |
SUNGAIPENUH - Warga Desa Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun
Debai, Kota Sungaipenuh, belum mendapatkan pelayanan pendidikan dan
kesehatan dari pemerintah. Padahal, warga desa yang berpenghuni sekitar
600 kepala keluarga (KK) itu sangat mengharapkan supaya pemerintah Kota
Sungaipenuh untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dan
mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan memadai.
Kenyataan yang terjadi malah sebaliknya. Walaupun Pemerintah Kota
Sungaipenuh sudah mendirikan sekolah dasar dan puskesmas pembantu di
desa yang berjarak sekitar 12 km dari pusat Kota Sungaipenuh tersebut,
namun, sekolah dasar dan puskesmas pembantu dibiarkan terbengkalai.
Jangankan mengharapkan proses belajar mengajar seperti daerah
lainnya. Sekolahnya malah dibiarkan bersemak, mobiler belajar-mengajar
dibiarkan terbengkalai di dalam ruangan. Bahkan, menuju sekolah itu,
haruslah menempuh jalan yang bersemak-semak dengan ketinggian sekitar 2
meter.
“Sekolah ini sudah lama berdiri. Kalau sekolah ini dijalankan, kami
tidak susah membawa anak kami untuk bersekolah dibawah (Sungaipenuh) dan
mungkin kami akan bawa anak-anak kami bersekolah disini,” terang Budi
warga Desa Renah Kayu Embun kepada Jambi Independent kemarin.
Selain persoalan pendidikan yang belum dinikmati oleh masyarakat
sekitar. Pelayanan kesehatan juga tidak dapatkan. Menurutnya, puskesmas
pembantu di daerah itu sudah didirikan bertahun–tahun lalu, namun,
sampai saat ini puskesmas itu tidak pernah dihuni.
“Puskesmas ini sudah lama didirikan. Cuma tidak pernah digunakan sejak didirikan,” kata Budi.
Pelayanan kesehatan lainnya yang tidak diperoleh warga adalah bidan
desa yang semestinya ada disetiap desa. Namun, lanjutnya, sampai saat
ini tidak ada bidan desa di daerah tersebut. “Kalau dokter mana ada
disini. Jangankan dokter, bidan desa saja tidak ada. Kalau kami sakit,
kami langsung bawa ke Sungaipenuh. Itupun, kalau ada kendaraan bisa
langsung. Kalau tidak ada terpaksa menunggu besoknya, karena kendaraan
umum disini hanya dua kali sehari. Pertama di pagi hari dan kedua
disiang hari,” terang Budi.
Anggota DPRD Kota Sungaipenuh, Burhanuddin juga membenarkan bahwa
Desa Renah Kayu Embun tidak tersentuh pendidikan dan kesehatan. “Iya,
memang disana ada SD, Cuma tidak ada aktivitas belajar mengajar. SD
disana sudah bersemak-semak. Demikian juga puskesmas juga tidak pernah
difungsikan. Jangankan dokter, bidan saja tidak ada disana,” terangnya.
Menurutnya, belum menikmatinya warga setempat akan pelayanan
kesehatan dan pendidikan amatlah memalukan. Sebab, lanjutnya, pemerintah
kota Sungai Penuh semestinya dapat melayani warganya hingga pelosok.
“Mana ada perhatian dari Pemerintah dan SKPD. Mereka itu, sibuk mengurus
diri mereka sendiri-sendiri,” sesalnya.