Minggu, 06 April 2025 | 15:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
  • Home
  • artikel » Warga Tuntun Layanan Kesehatan dan Pendidikan

Warga Tuntun Layanan Kesehatan dan Pendidikan

kerinciilok.com - Kamis, 05 Desember 2013

Ilustrasi
SUNGAIPENUH - Warga Desa Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungaipenuh,  belum mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan dari pemerintah. Padahal, warga desa yang berpenghuni sekitar 600 kepala keluarga (KK) itu sangat mengharapkan supaya pemerintah Kota Sungaipenuh untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan memadai.
Kenyataan yang terjadi malah sebaliknya. Walaupun Pemerintah Kota Sungaipenuh sudah mendirikan sekolah dasar dan puskesmas pembantu di desa yang berjarak sekitar 12 km dari pusat Kota Sungaipenuh tersebut, namun, sekolah dasar dan puskesmas pembantu dibiarkan terbengkalai.
Jangankan mengharapkan proses belajar mengajar seperti daerah lainnya. Sekolahnya malah dibiarkan bersemak, mobiler belajar-mengajar dibiarkan terbengkalai di dalam ruangan. Bahkan, menuju sekolah itu, haruslah menempuh jalan yang bersemak-semak dengan ketinggian sekitar 2 meter.
“Sekolah ini sudah lama berdiri. Kalau sekolah ini dijalankan, kami tidak susah membawa anak kami untuk bersekolah dibawah (Sungaipenuh) dan mungkin kami akan bawa anak-anak kami bersekolah disini,” terang Budi warga Desa Renah Kayu Embun kepada Jambi Independent kemarin.
Selain persoalan pendidikan yang belum dinikmati oleh masyarakat sekitar. Pelayanan kesehatan juga tidak dapatkan. Menurutnya, puskesmas pembantu di daerah itu sudah didirikan bertahun–tahun lalu, namun, sampai saat ini puskesmas itu tidak pernah dihuni.
“Puskesmas ini sudah lama didirikan. Cuma tidak pernah digunakan sejak didirikan,” kata Budi.
Pelayanan kesehatan lainnya yang tidak diperoleh warga adalah bidan desa yang semestinya ada disetiap desa. Namun, lanjutnya, sampai saat ini tidak ada bidan desa di daerah tersebut. “Kalau dokter mana ada disini. Jangankan dokter, bidan desa saja tidak ada. Kalau kami sakit, kami langsung bawa ke Sungaipenuh. Itupun, kalau ada kendaraan bisa langsung. Kalau tidak ada terpaksa menunggu besoknya, karena kendaraan umum disini hanya dua kali sehari. Pertama di pagi hari dan kedua disiang hari,” terang Budi.
Anggota DPRD Kota Sungaipenuh, Burhanuddin juga membenarkan bahwa Desa Renah Kayu Embun tidak tersentuh pendidikan dan kesehatan. “Iya, memang disana ada SD, Cuma tidak ada aktivitas belajar mengajar. SD disana sudah bersemak-semak. Demikian juga puskesmas juga tidak pernah difungsikan. Jangankan dokter, bidan saja tidak ada disana,” terangnya.
Menurutnya, belum menikmatinya warga setempat akan pelayanan kesehatan dan pendidikan amatlah memalukan. Sebab, lanjutnya, pemerintah kota Sungai Penuh semestinya dapat melayani warganya hingga pelosok. “Mana ada perhatian dari Pemerintah dan SKPD. Mereka itu, sibuk mengurus diri mereka sendiri-sendiri,” sesalnya.

Berikan Komentar

Copyright © 2013 All rights reserved - Designed by Kadral hadi Kembali Ke Atas