Kerawanan percetakan soal tes CPNS
kerinciilok.com - Senin, 07 Oktober 2013
KERINCI – Kerawanan percetakan soal tes CPNS,
kemarin sempat diingatkan oleh pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara (Kemenpan). Meski demikian, proses perekrutan CPNS terus
berlangsung. Dimana saat ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota
Sungaipenuh sudah mengentri data pelamar tes CPNS sebanyak 12 ribu orang
dari 18 ribu orang.
‘’Kemungkinan honorer yang lulus administrasi tidak bisa diumumkan 5 Oktober mendatang,’’ tuturnya.
Bupati Kerinci, H Murasman menolak honorer kategori II yang tidak
lulus akan diangkat menjadi tenaga kontrak atau honorer daerah (Honda)..
"Kita lihat dulu, yang tidak lulus apa diberi kesempatan lagi
kedepannya atau hangus. Kalau jadi honorer daerah sulit, keuangan daerah
kita tidak sanggup," tegasnya.
Dari Tebo sendiri dilaporkan, ratusan pelamar sudah memadati halaman
kantor Pos Cabang Muara Tebo. Jumlah tersebut diperkirahkan semakin
bertambah pada hari –hari berikiutnya . Namun personil yang melayani
penerimaan berkas calon peserta CPNS, minim. “Dari pagi tadi masukan
berkas, samapai sekarang belum juga ada panggilan. Mana cuaca hari ini
sangat panas dan gerah,” keluh Santoso salah satu pelamar dari Kabupaten
Bangko.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birorasi
(Kemen PAN-RB) meminta seluruh panitia seleksi di pusat maupun daerah
berhati-hati. Potensi soal ujian bocor harus bisa dicegah.
Deputi SDM Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menuturkan,
master soal ujian ini diberikan khusus untuk instansi yang
menyelenggarakan tes CPNS dengan format LJK (lembar jawaban komputer).
Dia mengatakan panitia berupaya menjaga ketat mulai dari percetakan
hingga pendistribusian.
"Kami meminta semua pihak yang bertanggung jawab terkait pelaksanaan
tes CPNS ini untuk menandatangani pakta integritas," katanya. Termasuk
diantaranya adalah percetakan. Setiawan mengatakan seluruh percetakan
pemenang tender penggandaan naskah ujian CPNS harus bersedia
mendandatangani pakta integritas.
Sebab dia mengatakan di percetakan ada potensi gangguan pelaksanaan
ujian, yakni bocornya naskah soal. "Kami semua mulai dari panitia di
pusat dan di daerah ikut menjaga," tandasnya. Untuk di daerah, seluruh
gubernur ditunjuk menjadi koordinator pelaksana dan pengawasan.
Selain memperketat pengawasan penggandaan naskah ujian di
percetakan, Setiawan menegaskan naskah ujian yang sudah dicetak harus
segera diamankan. "Kalau bisa pencetakan mendekati ujian. Sehingga tidak
terlalu lama mengendap," katanya. Rencananya naskah ujian yang sudah
tercetak ini diaman dulu di kantor-kantor Polsek.
Catatan dari panitia seleksi nasional (panselnas), daftar nominasi
peserta ujian harus sudah diserahkan dari seluruh maksimal 7 Oktober.
Dengan demikian panselnas bisa segera mencetak LJK untuk didistribusikan
seluruh Indonesia. Setiawan mengatakan pencetakan LJK ini terpusat,
untuk menghindari gangguan teknis. Seperti tidak bisa di-scan saat
proses pemindaian.
Setiawan mengatakan, pengalaman pemindaian ujian CPNS tahun lalu
sempat mengalami gangguan serius. Di sejumlah tempat, LJK dicetak dengan
ukuran yang berbeda dari spesifikasi nasional. "Sehingga tidak bisa
saat dilakukan pemindaian," katanya. Akibatnya pemindaian dilakukan
manual dan berakibat pengumuman scoring molor.
Dia menegaskan sentralisasi percetakan hanyak husus untuk LJK saja.
Sedangkan untuk lembar naskah soal ujian, dicetak masing-masing instansi
dengan dikomando gubernur. Setiawan berharap proses teknis percetakan
naskah ujian ini berjalan lancar sehingga ujian berlangsung serentak.
Kemen PAN-RB telah menetapkan jadwal ujian CPNS format LJK dilaksankan
pada 3 November, khusus untuk Papua dilaksankan 4 November.